Kamis, 07 Desember 2017

Secuil beda Depok dan Pekalongan

Hampir dua tahun kurang kuhabiskan di Pekalongan plus mudik ke Depok sekian kali

Ada hal yang menurutku menarik (ini opini pribadi)

Masyarakat Pekalongan umumnya sangat menjaga silaturahmi, peduli, cenderung terasa tulus, gaya sederhana, dan cenderung islami

Masyarakat Depok umumnya mandiri, memperhatikan gaya hidup, cukup individualis, mendapat sarana transport dengan mudah, cukup dekat dengan teknologi, dan semangat dalam berkarir/sekolah

Keduanya punya sisi manis buat aku (cari posisi aman hahaha..)

Aku pernah setelah agak lama di Depok lalu kembali ke Pekalongan,

Terharu karena Bapak penjual nasi uduk maksa kantongin nasi bungkus aku supaya tangan aku nggak capek nenteng bungkusan kertas isi nasi (aku tadinya minta ga usah dikasih plastik)

Kaget karena supir angkot dan ojek nanya, suaminya kemana kok sendirian

Heran tukang kelapa kasih air kelapa gratis sambil dibungkus plastik rapih

Nyaman karena semua orang terasa ramah dan kekeluargaan

Kaget karena sering sekali ada kiriman makanan berkat

Heran liat jalan ga ada macetnya

Lalu saat aku lama di Pekalongan dan kembali ke Depok,

Aku pernah kaget sama mbak pramuniaga di mall-mall Depok yang nggak senyum dan kurang ramah

Kaget lihat banyak orang dan kendaraan hahaha

Merasa tidak mudah bisa mulai mengobrol dengan orang yang ditemui di tempat umum

Santai keluar rumah saat malam

Merasa buluk karena kurang stylish hahahha..

Senang transport umum gampang

____________________________

Jadi Depok dan Pekalongan cukup mendapat tempat di hati hehehe

Alhamdulillah, senang dapat kesempatan bisa tinggal di dua tempat ini

Kalau kamu gimana, ada yang mau diceritain?
Yuk cerita

Salam manis,
Nissa









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertanyaan Umum

Assalamualaikum, semoga sehat walafiat Tulisan random malam, aku kangen blog hehe Ngomong-ngomong, makin tua usia, makin kerasa jalan hidup ...